• Physio Medical Clinic

Apa itu Osteofit? Apa Gejala & Bagaimana Pengobatannya?

Updated: Jul 7

Osteofit atau bone spur adalah tulang yang tumbuh menonjol ke arah luar tubuh yang muncul di tempat pertemuan kedua tulang atau persendian. Umumnya, osteofit terbentuk di sekitar sendi yang mengalami osteoarthritis (radang sendi), yaitu suatu kondisi yang menyebabkan tulang menjadi kaku dan terasa sakit. Sebagian kasus osteofit cenderung tidak menunjukkan gejala-gejala tertentu sehingga kerap tidak terdeteksi hingga bertahun-tahun lamanya. Pertumbuhan tulang osteofit paling banyak terjadi di bahu, lutut, punggung bawah, kaki atau tumit, dan jari atau ibu jari. Pengobatan osteofit akan bergantung kepada lokasi dan seberapa parah kondisi ini memengaruhi keseharian penderita.


Sebagian besar kasus osteofit disebabkan oleh peradangan lokal yang terjadi akibat kerusakan sendi yang berawal dari osteoarthritis atau tendinitis. Kondisi ini merangsang sel-sel tubuh yang akhirnya membentuk tulang (bone spur) di sekitar area-area tulang yang mengalami kerusakan pada bantalan tulang rawannya dengan maksud memperbaiki kondisi tulang yang rusak akibat kondisi medis tertentu. Misalnya peradangan yang terjadi di tendon Achilles dapat menyebabkan tumbuhnya osteofit di bagian belakang tulang tumit dan rasa sakit ketika berjalan. Selain osteoarthritis, osteofit bisa juga disebabkan oleh arthritis pada tulang belakang. Kondisi ini disebut juga dengan ankylosing spondylitis.


Gejala Osteofit


Sebagian besar kasus osteofit tidak menimbulkan gejala. Kondisi ini biasanya ditemukan ketika dilakukan pemeriksaan rontgen/X-Ray untuk penyakit lain. Walau demikian, beberapa kasus osteofit juga dapat menyebabkan si penderita merasakan sakit dan tidak mampu menggerak-gerakkan sendi. Gejala-gejala lainnya bisa berbeda-beda sesuai dengan lokasi pertumbuhan tulang osteofit, antara lain:

  • Tulang belakang; mati rasa di area lengan atau kaki akibat pertumbuhan tulang osteofit yang mempersempit ruang tempat saraf tulang belakang sehingga menjepit saraf atau akar tulang belakang.

  • Lutut; kesulitan dan kesakitan ketika hendak menekuk atau meluruskan kaki akibat terhalangnya pergerakan tulang dan tendon yang terhubung dengan lutut.

  • Bahu; pembengkakan (tendinitis) dan terkikis atau robeknya soket bahu yang melindungi sendi bahu (rotator cuff) menyebabkan terbatasnya pergerakan bahu.

  • Jari-jari; sendi-sendi jari yang terlihat menonjol menyerupai benjolan dan terasa keras.

  • Leher; rasa sakit seperti tertusuk jarum dan mati rasa di tangan akibat saraf terjepit.

Pengobatan Osteofit


Osteofit dapat ditangani dengan pemberian obat-obatan atau menjalani prosedur pembedahan untuk mengurangi peradangan dan mencegah berulangnya cedera. Osteofit yang menyebabkan pembengkakan disertai rasa sakit dapat diredakan dengan pemberian obat pereda rasa sakit, seperti paracetamol, ibuprofen, acetaminophen, atau natrium naproxen. Sementara itu, osteofit yang mengakibatkan terbatasnya pergerakan bagian tubuh tertentu atau tertekannya saraf tertentu akan membutuhkan penanganan melalui pembedahan. Prosedur ini bisa juga dilakukan untuk mengobati osteofit yang berdampak kepada kinerja pinggang, lutut, atau persendian di bagian bawah ibu jari. Diskusikanlah bersama dokter mengenai risiko maupun keuntungan dari prosedur pembedahan sebelum memutuskan untuk melakukannya.


Seorang fisioterapis dapat membantu penderita osteofit dalam menjalani serangkaian latihan fisik untuk menguatkan otot dan meningkatkan pergerakan area tubuh yang terpengaruh oleh kondisi ini. Untuk penderita osteofit yang memiliki berat badan berlebih (obesitas), menurunkan berat badan ke titik ideal akan sangat membantu dalam mengurangi ketegangan dan tekanan yang dirasakan oleh persendian.


Semoga artikel ini dapat membantu pemahaman Anda tentang osteofit. Apabila anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silahkan hubungi kami agar kami dapat membantu anda mengatasi keluhan yang dialami.


Author: Kartika K. Soegengwibowo

Kartika Kanastari Soegengwibowo adalah fisioterapis olahraga lulusan Universitas Indonesia jurusan Fisioterapi yang melanjutkan pendidikannya di universitas swasta di Jakarta dengan jurusan yang sama, namun fokus pada penanganan cedera olahraga. Sejak duduk di bangku SMP sudah menyukai kegiatan menulis terutama menulis essay. Hingga saat ini selain bekerja sebagai seorang fisioterapis olahraga, kegemarannya dalam menulis tetap tersalurkan dengan banyak membuat tulisan dan artikel-artikel kesehatan.


Sumber foto:

http://steptohealth.co.uk/heel-spurs-prevent/


PHYSIO MEDICAL CLINIC

(021) 724 5557

Jl. Sungai Sambas 3 no. 8, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12130, Indonesia

©2020 BY PHYSIO MEDICAL CLINIC